free web hit counter
Home » Cerita Bokep » Cerita Dewasa Kenangan Bersama Teman Lamaku Disurabaya | Cerita Sex 16 Februari 2019

Cerita Dewasa Kenangan Bersama Teman Lamaku Disurabaya | Cerita Sex 16 Februari 2019

Bokep Asia Idaman Pria

Bokep Asia situs yang menyediakan cerita cerita yang menjadi idaman para lelaki kami akan memberikan semua cerita bokep yang sangat terpanas bagi kamu laki laki dan situs ini akan menyediakan seperti bokep jepang, bokep bule atau barat dan sebagainya. kami juga akan menyediakan cerita cerita seks juga yang akan membuat kamu laki laki lebih bergairah dan birahi.Silakan kunjungi selalu situs bokepasia.org kami selalu agar tidak ketinggalan dengan cerita cerita ataupun video video dewasa terbaru yang akan membuat semua kamu laki laki lebih bergairah

Disuatu malam yang dingin, David sengaja menghabiskan waktu untuk bermesraan bersama istrinya, mereka berdua duduk bersama dengan posisi istri berada di pangkuan, David menyentuh rambutnya dan tangannya bergerak ke leher istrinya, istri melenguh, tangannya mencari dan mencoba meraih penis yang sudah tegang keluar celananya. Tangan kanan david kemudian bergerak turun dari leher ke arah pinggul, istrinya bergeser turun dari pangkuannya, menarik pahanya, otomatis dasternya terangkat. kamu tahu apa?, Ternyata istrinya tidak menggunakan CD.

Bahkan dengan istri, David harus mendapatkan kepuasan, tetapi sebagai laki – laki normal, David juga memiliki fantasi melakukan hubungan seks dengan wanita lain. David akan sangat bersemangat dengan seorang perempuan yang kurus, tinggi, ramping dan memiliki payudara yang tidak terlalu besar, Itulah gambaran perempuan yang menjadi idaman David.

aku diberi tugas belajar di Surabaya. Kota Surabaya sangat tidak asing bagiku karena di sanalah aku dilahirkan dan dibesarkan. Aku memutuskan untuk tinggal di asrama karena aku tidak ingin merepotkan kerabatku, toh juga hanya enam bulan. Setelah sampai di asrama aku langsung berusaha menata pakaian – pakaianku ke lemari dan buku – buku yang aku bawa

Keesokan harinya aku berusaha mencari teman – teman lamaku yang dulu ada di kota ini, satu – persatu mereka aku telepon. Singkatnya, ternyata aku telah kehilangan kontak dengan mereka, nomor – nomor ponsel mereka sudah tidak aktif. Hanya ada satu yang masih aktif, dia adalah Hani, usianya lebih tua dariku, Hani sudah menikah dan memiliki dua orang anak. Dulu kami pernah dekat, sering bersama saat belajar kelompok.

Hani keturunan chinese, cukup tinggi untuk seorang cewek, berkut putih dan berdada rata. Awalnya kita berdua hanya melakukan telepon satu sama lain, berdiskusi, makan dan pergi bersama, sampai suatu hari dia menelponku sambil menangis dan dia mengatakan ingin bertemu denganku.

“Mas, bisa gak kita bertemu, aku ingin cerita”.
” Bisa, baiklah kita bertemu di tempat biasa”.
Dengan Lancer th 83’an aku pergi menemuinya, setelah bertemu Hani mengajakku pergi kerumahnya. “Ak tidak bisa melakukan ini, aku tidak ingin membuat suasana keruh bersama suamimu”, ucapku kepada Hani. “Tidak apa – apa, ayo pergi bersamaku”, ucap Hani. Dalam perjalanan kami berbicara macam-macam mulai ilmiah, potik, sampai hal-hal yang kotor.

”mas, kapan kamu akan pergi ke jakarta?”dia bertanya
”minggu depan, emang kenapa?”tanyaku kembali.
”tidak apa-apa sih, pengin tanya aja”
”yakin? Cuman mau tanya aja, pengen yang lain lain-lainkan, pengen nyoba?”jawabku.
”hehehe… dasar ngeres aja yang ada dipikiran mas”

”Ngomong – ngomong ada apa memintaku datang ke tempat ini? Apakah kamu punya masalah yang serius, masalah apa itu?” Aku bertanya lebih lanjut tanpa basa – basi, ia pindah tempat duduk kesebelahku “Masalah keluarga mas…”, Katanya.
“Apakah itu tentang seks?” Aku bercanda dengannya.
“Ah kamu tetep aja kaya dulu mas, sableng, dan tidak jauh dari yang gitu – gituan” Tapi ada benernya sih Meskipun tidak secara langsung,” jawabnya.

Kemudian Hani bercerita panjang lebar, intinya adalah rasa tidak puas, sikap otoriter suaminya dan selalu disalahkan ketika ada ketidaksepakatan dengan pada suatu masalah.
“Aku bener – bener sudah capek, Mas Sony suamiku selalu berpihak sama ibunya, ketika aku mencoba menjawab persoalan dengan mertua, justru mertuaku mengomel habis – habisan”. Terisak ia mengakhiri kisahnya.
Ketika aku memegang tangannya, dia hanya terdiam, kemudian berkata lembut “Bolehkah aku bersandar di dada kamu mas?”. Aku mengangguk dan cepat- cepat meraih dan membelai lembut rambut sebahunya. Aku mencium keningnya dengan lembut, Hani mendongak dan berbisik pelan “Mas, aku membutuhkan dukungan, kasih sayang dan belaian mesra.”

Pada saat itu aku merasa hanyut dengan situasi yang diciptakannya, sehingga tanpa merasa canggung aku mencium matanya, kemudian hidungnya, Hani menngeliat sehingga bibir kami bertemu. Hani berdiri dan berkata pelan sambil memelukku, “pegang erat-erat, aku mikmu sekarang”.
Dengan lembut aku mencium bibirnya lagi. Kami berpelukan seperti sepasang kekasih yang baru bertemu setelah berpisah lama dengan segunung kerinduan. Setelah itu kami berdua kembali duduk.

Dengan posisi Hani duduk di pangkuan, aku terus menyentuh rambutnya dan bergerak tanganku di lehernya, Hani melenguh, tangannya mencari dan mencoba meraih penis yang sudah tegang keluar celanaku. Tangan kananku kemudian bergerak dari leher ke arah pinggul, Hani bergeser turun dari pangkuanku, menarik pahanya, otomatis dasternya terangkat. Kamu tahu apa?, Ternyata Hani tidak menggunakan CD.

”aku sudah tidak tahan mas, lakukan sekarang” bisiknya
segera aku menjilati merah muda vagina inda dengan sedikit rambut namun panjang-panjang, aku basahin dan sibakkan bulu-bulu halus dengan lidahku sambil sesekali menyentuh klitorisnya
”ah..ah.. mas aku ingin, kamu masukkan sekafrang”tangannya berusaha membuka celanaku dan memegang penisku
”tapi aku gak nyaman disini”ucapku sambil memandangi ruang-ruang disekitar ruang tamu ini
”yaudah, yuk kita pindah ruangan di dalam”katanya berdiri mengunci ruang tamu tempat kami melakukan pemanasan tadi

Kami masuk ke sebuah kamar tidur berukuran 5 x 6 meter dan cukup mewah. Yang lebih istimewa adalah adanya cermin besar di depan tempat tidur. Hani memelukku di depan cermin dan dengan cekatan membuka kemeja, celana dan CD ku. Begitu indah dan erotis, gerakan-gerakan yang kami lakukan terhat pada cermin itu.

Segera penisku mencuat keras seolah-olah sukacita karena mehat kebebasan. Aku memenuhi semua haus akan hasrat ini, kami menggosok dan saling berciuman. Setelah beberapa saat menyentuh dan disentuh, tubuh Hani yang indah menggeat di tempat tidur sedang menunggu untuk di eksekusi. Aku melanjutkan kegiatanku yang ditangguhkan sebelumnya, berharap bahwa dia akan Mengerti apa yang aku inginkan. Dia seperti mendengar apa yang sedang aku pikirkan, Hani pun segera berbalik dan memposisikan diri pada posisi 69 dia langsung mengulum penisku yang sedang menegang kencang, tanpa rasa ragu dan takut Hani berperang melawan penisku.

Kemudian Hani membasahi meckynya sendiri dengan air liurnya, Hani terhat sangat antusiasme.
“Ohh, mas. Ayo”. ia bangkit dan jongkok di atas miniatur monasku.
Dicapai dan diarahkan penisku ke lubang senggamanya, kemudian ia menggoyangnya naik dan turun dan menggigit dengan bibir meckynya. Aku memegang payudara mungil dan meremasnya dengan perlahan, kemudian setelah 3 menit, Hani ingin aku mendekap erat tubuhnya Hani tampaknya telah mencapai orgasme ketika ia menunggangiku

Aku membakkan tubuh dengan posisi penis masih tertanam. Hani membantu membuka lebar-lebar gerbang surgawinya dengan diangkat kedua pahanya ke atas. Aku mundur kemudian penisku ke depan, dengan kocokan akhirnya berhasil ditembus lebih maksimal, “Mas …. , Mmmmhhh, Lebih Keras “, Dia mengoceh gak karuan … … ….
“Ini sudah sampai aku berkata, ‘. Hani tertawa. sehingga otot-otot vaginanya berdenyut berpartisipasi ritme tertawanya.

Aku mendorong tubuh Hani ke ujung tempat tidur, dan menekan penisku semakin dalam. Hani berteriak histeris menikmati gaya permainanku, tangannya menarik – narik pinggulku seakan menikmati penisku yang sedang bergoyang mengganyang lubang kemaluannya.
“Aku mau sampai Han”. dia tidak sempat mengatakan bahwa, aku jangan mengeluarkan sperma ke dalam rahimnya dan, “Ahhh….” aku kehilangan ingatanku, aku merasa melayang diatas awan untuk beberapa saat Hani juga tampaknya telah mencapai orgasme ntuk kedua kalinya

kami bercanda dan mengobrol di tempat tidur setelah pertempuran melelahkan sebelumnya dapat diselesaikan dengan penuh gaurah.”kamu sudah kebangetar deh han?” “maaff mas, aku tidak bisa menahantertawa ketika kamu mengatakan aku sudah sampai “hehe emangnya sudah dampai mana, sampai pasar?” katanya “udah ahh.. yok mandi bareng-bareng”katanya sambil menciumku manja.

Setelah peristiwa itu, kami semakin sering bertemu dan sering juga berhubungan ditempat-tempat dimanapun asal memungkinkan, sampai aku menyelesaikan tugas belajar yang aku jalani.

Kami berharap dengan adanya situs kami ini akan membuat para kaum laki laki lebih bergairah untuk permasalahan diranjang bersama istri dan jangan lupa untuk selalu berkunjung disitus kami yang akan selalu memberikan cerita dan video dewasa terbaru

Ayo share...
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone
Penulis: admin
Tags
Menu Title